Firman
Allah :
“ Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya
langit dan bumi itu kedua- nya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami
pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.
Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.”(QS Al Anbiyaa 30).
Dalam teori Astronomi kita mengenal apa
yang disebut dengan Big Bang atau ledakan besar, teori ini menyebutkan bahwa
tata surya berasal dari awan gas raksasa yang mengerut sambil berputar akibat
gaya gravitasi. Disaat mengerut kecepatan rotasinya semakin bertambah sehingga
bentuknya menjadi bola dan padat. Karena terus berputar maka bola ini
menimbulkan energi panas yang mengakibatkan ledakan dahsyat, akibat ledakan itu
maka sisa-sisa pecahan yang berbentuk materi mengelilingi intinya,dimana inti
ini menjadi pusat orbit yang sekarang menjadi matahari. Dalam periode waktu
beribu-ribu tahun, sisa pecahan yang berbentuk besar menjadi planet yang
diantaranya adalah Merkurius,Venus,Bumi,Mars,Jupiter,Saturnus,Uranus,Neptunus
dan Pluto. Pecahan yang berbentuk sedang menjadi satelit dari masing-masing
planet yang disebut dengan Bulan pada satelit bumi kita,sedangkan pecahan kecil
menjadi bintang-bintang.
“ Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit,dan langit
itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi :”
Datanglah kamu keduanya menurut perintahKu dengan suka atau terpaksa” keduanya menjawab : “Kami dating dengan suka
hati”. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan
pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan
bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya.
Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. (QS Fushshilat
11-12).
Dengan rentang waktu yang panjang,peredaran,bumi
mengelilingi matahari menimbulkan kebekuan pada planet bumi yang dikenal dengan
jaman es. Pada masa-masa peredarannya,bumi pun menjadi hangat sehingga membuat
es mencair, maka dari inilah Allah menciptakan segala sesuatu yang hidup
sebagaimana yang dikehendaki Nya sesuai dengan iklim geografis dari makhluk
yang diciptakan. Benarlah apa yang difirmankan Allah pada ayat diatas.
Firman Allah :
“Allahlah yang menciptakan langit dan bumi, dan apa yang
ada diantaranya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam diatas Arsy. Tidak ada
bagi kamu selain daripada Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang
pemberi syafaat. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?. Dia mengatur urusan
dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada Nya dalam satu hari yang
kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS As Sajdah:
4-5).
Penciptaan langit dan bumi yang terjadi dalam waktu enam
masa atau enam hari itu jika dibandingkan dengan waktu di bumi adalah 6000
tahun sebagaimana yang dijelaskan pada ayat diatas, bahwasanya satu hari di
sisi Allah sama dengan seribu tahun dalam hitungan waktu di bumi. Maka wajarlah
jika proses kejadian di bumi dan penyempurnaan nya membutuhkan waktu yang
sangat panjang dan di mulai dengan jaman es dimana secara periodik dimulailah
penciptaan segala sesuatu dari air. Dan secara bertahap juga akan menuju
kepunahan akibat pemanasan global yang terjadi sekarang ini. Hal itu tidaklah
bisa di mundurkan dan dicegah karena sudah menjadi sunnatullah Nya.
Dengan berjalannya waktu, bumi yang kita tinggali sekarang
ini telah bertambah panas sehingga membuat es di kutub utara dan selatan
mencair lalu menimbulkan banjir dan hujan secara terus menerus di setiap
negara. Bencana alam pun terjadi dimana-mana seperti gempa bumi,gunung
meletus,topan dll. Pemanasan global ini pun tidak hanya berdampak pada keadaan
alam, tapi juga berdampak pada perilaku manusia yang semakin tidak bermoral seperti
pembunuhan,pemerkosaan,seksbebas(homo,lesbi,incest,
pedhophilia dan perselingkuhan), penipuan,korupsi dan perilaku yang tidak bermoral lainnya. Dengan keadaan alam yang terjadi saat ini, maka kita telah berada pada akhir jaman.
pedhophilia dan perselingkuhan), penipuan,korupsi dan perilaku yang tidak bermoral lainnya. Dengan keadaan alam yang terjadi saat ini, maka kita telah berada pada akhir jaman.
Firman
Allah :
“ Dan sesungguhnya kiamat itu pastilah datang, tak ada
keraguan padanya dan bahwa-sanya Allah membangkitkan semuao orang didalam
kubur”. (QS Al Hajj:7).
“Apabila langit terbelah dan apabila bintang-bintang jatuh
berserakan, dan apabila lautan dijadikan meluap,dan apabila kuburan
dibongkar,maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang dikerjakan dan
dilalaikannya.” (QS Al Infithaar: 1-5)
“Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan kiamat kepada
mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.” (QS Az Zukhruf : 66)
Sabda Rasulullah :
“ Demi yang diriku di tangan Nya, sungguh akan datang
kepada manusia suatu jaman dimana si pembunuh tidak mengerti mengapa ia
membunuh dan si terbunuh tidak mengerti mengerti mengapa ia di bunuh.”
(Muslim).
“ Dan hujan akan menjadi bencana.” (Muslim)
“Menjelang kiamat akan terjadi kematian massal dan
tahun-tahun gempa.”(Ahmad)
Akhir dari setiap peristiwa yang terjadi membuat sistem
tata surya sudah tidak beraturan dan hilangnya gaya gravitasi serta
keseimbangan setiap planet hingga membuat bintang-bintang berjatuhan dan
berbenturan. Panasnya udara membuat air laut menguap dan tidak akan kembali
membentuk awan, yang disebabkan oleh membesarnya matahari dari ukuran semula.
Secara bertahap matahari akan menelan planet yang ada didekatnya dan terus
berlanjut hingga sampai ke bumi, hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah Saw.
Diriwayatkan dari Sulaim bin Amir : Miqdad bin Aswad
bercerita kepadaku,” Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : “ Pada hari kiamat
matahari akan didekatkan kepada makhluk sehingga (jaraknya) hanya kira- kira
satu mil”. Demi Allah, aku tidak tahu maksud beliau,apakah maksud”mil” itu
ukuran jauh atau celak mata. Selanjutnya beliau bersabda: “ Maka orang-orang
berada dalam genangan keringat sesuai dengan amalan mereka masing-masing. Ada
yang tergenang sampai dua mata kakinya,ada yang sampai kedua lututnya,ada yang
sampai dipinggangnya,bahkan ada yang sampai terengah-engah tergenang sampai di
mulutnya.” Kata Miqdad:” Rasulullah Saw memberi tanda ke mulutnya.”
Demikian asal-usul dan akhir alam semesta melalui Al-Quran
dan Hadist yang diperjelas dengan teori ilmu pengetahuan di bidang Astronomi
(Ilmu Sistem Tata Surya).