Sabtu, 19 Januari 2019

BIG BANG THEORY


Firman Allah :



“ Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu kedua- nya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.”(QS Al Anbiyaa 30).



       Dalam teori Astronomi kita mengenal apa yang disebut dengan Big Bang atau ledakan besar, teori ini menyebutkan bahwa tata surya berasal dari awan gas raksasa yang mengerut sambil berputar akibat gaya gravitasi. Disaat mengerut kecepatan rotasinya semakin bertambah sehingga bentuknya menjadi bola dan padat. Karena terus berputar maka bola ini menimbulkan energi panas yang mengakibatkan ledakan dahsyat, akibat ledakan itu maka sisa-sisa pecahan yang berbentuk materi mengelilingi intinya,dimana inti ini menjadi pusat orbit yang sekarang menjadi matahari. Dalam periode waktu beribu-ribu tahun, sisa pecahan yang berbentuk besar menjadi planet yang diantaranya adalah Merkurius,Venus,Bumi,Mars,Jupiter,Saturnus,Uranus,Neptunus dan Pluto. Pecahan yang berbentuk sedang menjadi satelit dari masing-masing planet yang disebut dengan Bulan pada satelit bumi kita,sedangkan pecahan kecil menjadi bintang-bintang.


Firman Allah :



“ Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit,dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi :” Datanglah kamu keduanya menurut perintahKu dengan suka atau terpaksa”  keduanya menjawab : “Kami dating dengan suka hati”. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. (QS Fushshilat 11-12).



Dengan rentang waktu yang panjang,peredaran,bumi mengelilingi matahari menimbulkan kebekuan pada planet bumi yang dikenal dengan jaman es. Pada masa-masa peredarannya,bumi pun menjadi hangat sehingga membuat es mencair, maka dari inilah Allah menciptakan segala sesuatu yang hidup sebagaimana yang dikehendaki Nya sesuai dengan iklim geografis dari makhluk yang diciptakan. Benarlah apa yang difirmankan Allah pada ayat diatas.

Firman Allah :



“Allahlah yang menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada diantaranya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam diatas Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS As Sajdah: 4-5).



Penciptaan langit dan bumi yang terjadi dalam waktu enam masa atau enam hari itu jika dibandingkan dengan waktu di bumi adalah 6000 tahun sebagaimana yang dijelaskan pada ayat diatas, bahwasanya satu hari di sisi Allah sama dengan seribu tahun dalam hitungan waktu di bumi. Maka wajarlah jika proses kejadian di bumi dan penyempurnaan nya membutuhkan waktu yang sangat panjang dan di mulai dengan jaman es dimana secara periodik dimulailah penciptaan segala sesuatu dari air. Dan secara bertahap juga akan menuju kepunahan akibat pemanasan global yang terjadi sekarang ini. Hal itu tidaklah bisa di mundurkan dan dicegah karena sudah menjadi sunnatullah Nya. 

Dengan berjalannya waktu, bumi yang kita tinggali sekarang ini telah bertambah panas sehingga membuat es di kutub utara dan selatan mencair lalu menimbulkan banjir dan hujan secara terus menerus di setiap negara. Bencana alam pun terjadi dimana-mana seperti gempa bumi,gunung meletus,topan dll. Pemanasan global ini pun tidak hanya berdampak pada keadaan alam, tapi juga berdampak pada perilaku manusia yang semakin tidak bermoral seperti pembunuhan,pemerkosaan,seksbebas(homo,lesbi,incest,
pedhophilia dan perselingkuhan),  penipuan,korupsi dan perilaku yang tidak bermoral lainnya. Dengan keadaan alam yang terjadi saat ini, maka kita telah berada pada akhir jaman.

Firman Allah :



“ Dan sesungguhnya kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya dan bahwa-sanya Allah membangkitkan semuao orang didalam kubur”. (QS Al Hajj:7).

“Apabila langit terbelah dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan dijadikan meluap,dan apabila kuburan dibongkar,maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang dikerjakan dan dilalaikannya.” (QS Al Infithaar: 1-5)

“Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.” (QS Az Zukhruf : 66)



Sabda Rasulullah :

“ Demi yang diriku di tangan Nya, sungguh akan datang kepada manusia suatu jaman dimana si pembunuh tidak mengerti mengapa ia membunuh dan si terbunuh tidak mengerti mengerti mengapa ia di bunuh.” (Muslim).

“ Dan hujan akan menjadi bencana.” (Muslim)

“Menjelang kiamat akan terjadi kematian massal dan tahun-tahun gempa.”(Ahmad)



Akhir dari setiap peristiwa yang terjadi membuat sistem tata surya sudah tidak beraturan dan hilangnya gaya gravitasi serta keseimbangan setiap planet hingga membuat bintang-bintang berjatuhan dan berbenturan. Panasnya udara membuat air laut menguap dan tidak akan kembali membentuk awan, yang disebabkan oleh membesarnya matahari dari ukuran semula. Secara bertahap matahari akan menelan planet yang ada didekatnya dan terus berlanjut hingga sampai ke bumi, hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah Saw.

Diriwayatkan dari Sulaim bin Amir : Miqdad bin Aswad bercerita kepadaku,” Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : “ Pada hari kiamat matahari akan didekatkan kepada makhluk sehingga (jaraknya) hanya kira- kira satu mil”. Demi Allah, aku tidak tahu maksud beliau,apakah maksud”mil” itu ukuran jauh atau celak mata. Selanjutnya beliau bersabda: “ Maka orang-orang berada dalam genangan keringat sesuai dengan amalan mereka masing-masing. Ada yang tergenang sampai dua mata kakinya,ada yang sampai kedua lututnya,ada yang sampai dipinggangnya,bahkan ada yang sampai terengah-engah tergenang sampai di mulutnya.” Kata Miqdad:” Rasulullah Saw memberi tanda ke mulutnya.”

Demikian asal-usul dan akhir alam semesta melalui Al-Quran dan Hadist yang diperjelas dengan teori ilmu pengetahuan di bidang Astronomi (Ilmu Sistem Tata Surya).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar